Monthly Archives: Desember 2012

7 Cara Pasti Mewujudkan Setiap Mimpi Jadi Kenyataan

Standar

Banyak orang memiliki ide-ide brilian, namun dalam melakukan ekseskusi terhadap ide-ide brilian tersebut masih belum maksimal. Memiliki desain inovatif, penemuan brilian, ide buku yang hebat ataupun konsep bisnis yang unik, pertanyaannya apa langkah yang telah dilakukan untuk mewujudkan setiap ide dan mimpi yang ada, jika Anda tidak bertindak untuk mewujudkannya maka ada kemungkinan orang lain akan mengambil alih dan mengambil ide Anda. Jadi bila Anda memiliki mimpi yang besar, ide cemerlang atau sesuatu yang baru dan lebih baik, dan Anda dapat menerapkan 7 langkah untuk mewujudkannya setiap mimpi Anda.
11743142-make-your-dream-come-true-colorful-words-on-blackboard
1. Mengetahui dan Menententukan Apa yang Dibutuhkan
Jeli melihat peluang adalah salah satu keterampian yang dibutuhkan untuk menelurkan ide-ide brilian. Walaupun Anda menemukan sesuatu yang baru, harus ada kebutuhan untuk ide Anda dimana orang-orang dapat menggunakan hasil karya Anda. Pernahkah Anda berpikir cara baru atau cara yang lebih baik dalam memecahkan suatu masalah? Apakah ide Anda meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat tertentu? Apakah ide Anda dapat menghemat lebih banyak waktu atau mempermudah sebuah pekerjaan? Terkadang ide brilian tidak selalu mennjawab kebutuhan yang ada, namun jika ide tersebut cukup menyenangkan, kreatif atau menarik, itu cukup mudah untuk meyakinkan orang-orang bahwa mereka membutuhkannya.

2. Sebelumnya Lakukan Penelitian dan Brainstorming
Setelah Anda memiliki ide sesuai kebutuhan yang ada atau membuat inovasi yang meringankan dan kreatif, saatnya untuk memcari kemungkinan. Buatlah penelitian kecil Anda sendiri. Apakah ide yang serupa telah dicoba atau berhasil di laksanakan? Carilah keberhasilan dan kegagalan, dari sebuah inovasi baru. Belajar dari kegagalan orang lain,

3. Pastikan Ide telah Lengkap
Jika ide Anda adalah produk yang nyata, maka kini saatnya mewujudkannya menjadi sesuatu yang memiliki konstribusi. Mulailah dengan membuat sketsa dengan memperhatikan bentuk, warna serta bahan atau jika barang Anda bersifat tidak real seperti jasa atau konsep Anda bisa menggambarnya di komputer berupa mind map.

4. Mengetaui dan Terus Fokus Terhadap Hasil Akhir
Sekarang jika Anda memiliki ide yang sempurna, baik dalam konsep dan penerapan, mulailah dengan mempersempit ke hasil akhir yang Anda inginkan. Terdapat begitu banyak kemungkinan, tapi Anda harus tetap fokus dan mengejar pencapaian setahap demi setahap. Sediakan waktu untuk evaluasi, perubahan atau beberapa modifikasi ide menjadi hal yang normal untuk mencapai kualitas yang lebih baik.

5. Dua Vitamin Motivasi dan Komitmen
Anda memiliki konsep dan gagasan tentang apa yang ingin Anda dapatkan di akhir proses, namun sudah cukupkah komitmen dan motivasi untuk menghadapi setiap rintangan yang ada, sudah siapkah Anda berkorban untuk hal-hal yang sebanding dengan kesuksesan Anda. Dengan mempersiapkan segalanya, Anda akan lebih tahan banting dan siap dalam menerima kritik, kemunduran dan hambatan.

6. Memiliki Dukungan Penuh
Tidak peduli seberapa besar ide Anda, jika Anda tidak mewujudkannya dalam tindakan dan tanpa dukungan, Anda akan jauh lebih berliku dalam meraih target yang telah Anda tetapkan. Temukanlah orang yang mampu memberikan dorongan dan mau mendengarkan setiap sharing Anda. Seorang individu atau kelompok yang akan jujur dan mendukung serta membantu Anda dalam tugas-tugas tertentu. Apakah produk atau bisnis, perencanaan, implementasi, dukungan keuangan bahkan moral, atau mungkin orang yang telah mewujudkan ide yang hamper sama dengan ide Anda dan bersedia berbagi pengalaman mereka kepada Anda.

7. Merencanakan
Setiap yang Anda butuhkan sudah tersedia, saatnya berpikir kritis, langkah-langkah apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil. Tentukan tenggat waktu yang dapat Anda penuhi, apakah ada fase dan bagilah setiap fase dengan tenggat waktu yang lebih kecil sehingga Anda mengetahui apa langkah besar Anda dan langkah-langkah kecil Anda. Dan mulailah dengan menentukan langkah pertama hari ini juga.

Sumber : Life Strategy Ari Aditya

7 Rekan Kerja Pendongkrak Karier

Standar

KOMPAS.com – Untuk meningkatkan karier dibutuhkan kerja keras dan otak cemerlang. Semua orang tahu itu, tapi ada hal-hal di luar itu yang bisa bantu mendongkrak karier Anda. Dalam meraih tujuan Anda tak bisa bergerak sendiri, Anda butuh sekutu atau teman di kantor. Nah, berikut 7 rekan kerja yang bisa membantu mendongkrak karier Anda.

1. Anak magang
Anak magang mungkin saja masih mahasiswa sekarang ini, tetapi berpikir 5 atau 10 tahun ke depan mereka akhirnya akan menjadi rekan Anda atau justru klien potensial.

2. Si tukang gosip933_PAUD
Kalau Anda tipe pekerja keras, yang benar-benar menggunakan waktu bekerja untuk bekerja, tipe ini mungkin hanya pengganggu di mata Anda. Dia mungkin tipe menyebalkan, tetapi dia tahu banyak hal yang terjadi di kantor. Seperti siapa yang resign, siapa yang dipromosikan atau informasi lain yang dapat Anda gunakan untuk menyusun strategi Anda sendiri di perusahaan. Tentu saja Anda tidak harus ikut-ikutan bergosip, cukup menjadi pendengar yang baik saja.

3. Departemen I.T
Mungkin selama ini Anda hanya bicara dengan mereka saat komputer sedang bermasalah atau ingin sesuatu diperbaiki. Tak ada salahnya bersikap ramah dengan mereka di luar itu. Berteman dengan orang-orang di bagian ini akan membuat permintaan Anda diproses lebih cepat. Dan mungkin beberapa tips agar komputer Anda bebas masalah. Kalau sudah begini Anda akan lebih produktif, bukan?

4. “Office manager”
Sama seperti si tukang gosip, berteman dengan office manager berarti Anda akan mendapatkan sedikit informasi yang beredar di kantor. Dia juga orang yang akan menyewa kebutuhan kantor, jadi dia bisa menjadi solusi saat Anda sedang menjalankan proyek yang sulit dan membutuhkan sesuatu.

5. Pengembang
Anda memiliki ide bagus untuk sebuah program perangkat lunak baru yang pasti untuk memajukan perusahaan, tetapi membutuhkan tim I.T untuk membantu menyelesaikannya. Masalahnya, tim seperti pengembangan IT selalu memiliki banyak kerjaan dan proyek pengembangan yang sedang berjalan. Dengan berteman baik, mungkin proyek Anda akan mendapatkan prioritas lebih besar atas orang lain. Manfaat lain, tim pengembang bekerja sama dengan tim manajemen dan mereka mungkin akan memberikan kredit serta rekomendasi yang baik untuk Anda, kata Janeesa Hollingshead, manajer pemasaran untuk Fundable.com.

6. Rekan pria
Mudah bagi wanita untuk bergaul akrab dengan sesamanya, akan tetapi memiliki rekan pria akrab akan memberi masukan perspektif berbeda. Pandangan ini bisa sangat membantu Anda melalui masalah dalam pekerjaan.

7. Asisten si bos
“Anda perlu untuk berteman baik dengan asisten bos,” kata pelatih karier Isha Cogborn. Asisten bos adalah rekan kerja yang super terorganisir yang mengetahui segala sesuatu tentang bos Anda. Termasuk jadwal hariannya..

White Collar Crime a.k.a Kejahatan Si Orang Pintar

Standar

Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crime) adalah Suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada sector pemerintahan ataufunny_mouse_pads_working_smarter_not_harder_mousepad-p144412817634755288envq7_400 sector swasta, yang memiliki posisi dan wewenang yang dapat mempengaruhi suatu kebijakan dan keputusan.Menurut Federal Beureau Investigation (FBI) kejahatan kerah putih (white collar crime) adalah berbohong, curang, dan mencuri. Istilah ini diciptakan pada tahun 1939 dan sekarang identik dengan berbagai macam penipuan yang dilakukan oleh para profesional bisnis dan pemerintah. Sebuah kejahatan tunggal dapat menghancurkan sebuah perusahaan, keluarga bahkan menghancurkan atau memusnahkan kehidupan mereka melalui tabungan, atau investasi biaya miliaran dolar (atau bahkan tiga, seperti dalam kasus Enron). Penipuan semakin canggih dari sebelumnya, dan diperlukan orang yang berdedikasi untuk menggunakan keterampilan melacak pelaku penipuan dan berhenti bahkan sebelum pelaku kejahatan mulai. Kejahatan kerah putih ini biasanya merupakan lanjutan dari kecurangan yang dilakukan oleh seseorang.

Menurut Dony Kleden Rohaniwan (2011) seorang Pemerhati politik, kejahatan kerah putih (white collar crime) adalah istilah temuan Hazel Croal untuk menyebut berbagai tindak kejahatan di lembaga pemerintahan yang terjadi, baik secara struktural yang melibatkan sekelompok orang maupun secara individu. Hazel Croal mendefinisikan kejahatan kerah putih sebagai penyalahgunaan jabatan yang legitim sebagaimana telah ditetapkan oleh hukum.Umumnya, skandal kejahatan kerah putih sulit dilacak karena dilakukan pejabat yang punya kuasa untuk memproduksi hukum dan membuat berbagai keputusan vital. Kejahatan kerah putih terjadi dalam lingkungan tertutup, yang memungkinkan terjadinya sistem patronase. Contoh kejahatan kerah putih adalah pencucian uang (money laundering), penipuan kepailitan (fraud bankruptcy), penipuan perusahaan, penipuan kredit rumah, penipuan asuransi, penipuan saham dan efek, penipuan lewat internet, kredit fiktif, dan penipuan lain yang berhubungan dengan uang

Menurut Gunadi (2009) dalam kejahatan kerah putih yang juga disebut kejahatan keuangan berlaku beberapa aksioma yaitu:

  1. Kecurangan selalu tersembunyi.
  2. Pelaku tidak menandatangani dokumen (memerintahkan orang lain untuk menandatangani).
  3. Pelaku tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP).
  4. Pelaku ingin menikmati hasil kejahatannya.

Oleh karena itu, maka harus dilakukan investigasi yang tepat untuk merekam jejak transaksi finansial (follow the money) untuk menghasilkan temuan yang berkualitas dan sulit untuk dipungkiri.

Social Media Mengubah Manusia dan Negara

Standar

social_mediaKegiatan ber-social media tampaknya tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Bagi sebagian orang, aktivitas yang dilakukan di social media sudah menjadi ritual kehidupan dan adiksi. Menggugah foto terbaru, membagikan kegiatan terkini, sudah menjadi keharusan dalam menemukan kenikmatan narsisitik pelakunya.

Itulah sepenggal “jejaring pembuka” yang disampaikan Ade Febransyah, pengajar tetap di Prasetiya Mulya Business School pada buku yang baru diluncurkan berjudul “Social Media Nation.”

Kata pembuka tersebut kurang lebih benar, Anda pun mungkin setuju bila aktivitas ber-social media telah mengubah gaya hidup beberapa tahun belakangan ini. “Hingga detik ini, jaringan sosial terbukti digdaya mendobrak pola pikir, memperluas lingkar komunitas-komunitas manusianya, dan mencuatkan inovasi yang mendunia. Fenomena itulah yang diangkat di buku Social Media Nation,” tulis 2 editor Buku Social Media Nation, Eko Y. Napitupulu dan Ridho Irawan.

Peluncuran Buku yang diselenggarakan di The Cone, FX Lifestyle Senayan itu juga dilengkapi dengan Talkshow yang membahas peran social media di Indonesia serta apa manfaat bagi pebisnis dengan adanya social media. Hadir sebagai pembicara CEO Kaskus, Ken Dean Lawadinata, Praktisi dari Hachiko, Marlin Silviana, Pengajar PMBS, Daniel Haryanto dan peneliti dari Depth Consulting, Yudho Hartono. Mereka merupakan 4 dari 15 penulis di buku Social Media Nation yang diterbitkan oleh Prasetya Mulya Publishing.

“Kaskus itu tempat berkumpulnya orang-orang dengan interest yang sama, membicarakan hal-hal yang tidak bisa di-share dengan teman-teman dekatnya,” ujar Ken Dean Lawadinata, CEO Kaskus. Menurut Ken kejayaan Kaskus berkat loyalitas Kaskuser atau user, kekuatan bisnis kini terletak di konsumennya. “Garis penghubung di Kaskus itu bukan hanya people, tapi interest,” ujar Ken.

Marlin Silviana juga memberikan komentar serupa. “Sekarang sudah bukan jamannya berjualan, sekarang saatnya konsumen yang ingin didengarkan. Dulu customer loyalty sesuatu brand berfokus pada repeat purchase dan retention, saat ini fokusnya pada advocacy, merekomendasikan brand lewat social media,” ujar Marlin.

Hal ini membuat keberadaan brand kini makin hidup. “Brand muncul sebagai sebuah karakter di social media, brand harus lebih “manusiawi” agar customer merasa dekat dan tetap loyal. Brand punya personality untuk engage audience,” tambah Marlin.

Kemudahan memiliki perangkat teknologi untuk berkomunikasi menjadi indikator mewabahnya aktivitas social media, maka gaya hidup manusia lambat laun akan dirasakan perubahannya. “Puncak perubahan perilaku masyarakat karena mobile device dan social media akan terjadi pada 2014 atau 2015,” ujar Yudho Hartono.

Yudho menambahkan, seharusnya kecanggihan tekonologi tersebut ditunjang dengan mindset yang produktif dari masyarakatnya. “Sayangnya penetrasi smartphone di Indonesia masih lebih dominan ke kebutuhan personal, di luar negeri fitur unggulan blackberry adalah push email, di Indonesia lebih dikenal karena BBM,” ujar Yudho.

Kendati begitu, apakah social media akan mengubah manusia ke arah yang baik atau tidak tergantung dari pribadi masing-masing. “Ibarat sebilah pedang, setiap fungsi memiliki kelebihan dan kekurangan yang sering kali ditafsirkan berbeda oleh setiap orang. Saya tidak bisa memposisikannya sebagai kekurangan atau kelebihan, tetapi Anda sendiri yang menentukan baik atau buruknya jejaring sosial,” tutur Daniel Haryanto menyimpulkan.

credit : http://www.portalhr.com

Sampingan

zk

kadang sya suka berpikir, apakah saya menyesali keputusan saya untuk kuliah pada saat ini.

karena setelah dirasa rasa kok melelahkan yaa.??? belum lg tugas yang menumpuk, rasa malas yg melanda, hasrat ingin main dll…

tapi dari semua rasa putus asa itu saya sadar ternyata, sya tidak akan menyesali apa yg telah saya lakukan ini. Karena begitu banyak hal yg meyakinkan. Mulai dari semangat yg diberikan oleh orang-orang sekitar, apa yg telah sya korbankan, dan juga mimpii yg sangat ingin sya buat menjadi nyata..

so kalo kita mau sukses tapi tidak mau lelah dan berusaha

sepertinya semuanya hanya akan jadi mimpi yg tidak tereksekusi.

Antara Kerja dan Kuliah